Mengenal Squid | Panduan Praktis Squid

Mengenal Squid

Sebelum kita memasuki tahapan instalasi kita akan mengenal squid terlebih dulu, seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’, maka pada bagian ini, saya akan mengenalkan kepada Anda aplikasi atau program yang bernama Squid.

 

  1. Sejarah

    Namanya terdengar cukup aneh, ketika saya mencoba mencari tahu kenapa dinamakan Squid, dari halaman situs resmi squid (http://wiki.squid-cache.org/SquidFaq/AboutSquid) disebutkan seperti ini “All the good ones are taken.” Artinya nama yang bagus-bagus sudah dipakai semua.

    Informasi yang saya ambil dari Wikipedia menyebutkan bahwa sebelum berganti nama menjadi Squid, awalnya disebut dengan ‘Harvest Object Cache’ karena merupakan bagian dari proyek Harvest yang dilakukan di Universitas Colorado, Amerika Serikat. Kemudian proyek ini diselesaikan di Universitas California San Diego, Amerika Serikat yang didanai oleh National Science Foundation dan diganti nama menjadi Squid untuk membedakan namanya dengan aplikasi serupa namun berbayar yaitu NetCache. Squid versi 1.0.0 dirilis pada bulan juli 1996. Saat ini Squid dikembangkan secara sukarela yang tergabung dalam The Squid Software Foundation. Anda bisa melihat siapa saja yang berkontribusi sehingga Squid terus berkembang sampai sekarang pada halaman situs web http://wiki.squid-cache.org/WhoWeAre.

  2. Tentang Squid

    Squid adalah sebuah program atau aplikasi gratis (free software) dengan lisensi GPL (GNU General Public License) yang dirancang untuk melakukan fungsi sebagai web proxy dan web caching. Squid juga melakukan fungsi DNS caching.

    Sebagai web proxy maksudnya adalah squid akan menjadi perantara antara klien web dan web server dalam transaksi web. Squid akan memforward request klien ke server. Sedangkan sebagai web cache, Squid akan berusaha menyimpan objek atau konten web yang direquest oleh klien ke dalam cache, jika objek atau konten dengan URL yang sama di request kembali, maka Squid akan memberikan objek yang sebelum sudah tersimpan didalam cache tanpa harus melakukan koneksi ke server.

    Jika merujuk pada lisensi GPL, maka kita bisa mendapatkan source code Squid secara gratis, bebas menggunakannya untuk tujuan apapun, bebas dipelajari bahkan dimodifikasi, bebas digandakan dan disebarluaskan.

  3. Cara Kerja

    Squid melayani semua request melalui IPv4 dan IPv6 dalam single thread, non blocking I/O. Maksudnya secara default hanya 1 core CPU yang dipakai oleh squid, setiap request juga akan diproses secara terus menerus tanpa menunggu proses I/O (misalnya: baca tulis harddisk) selesai. Squid menyimpan metadata objek yang dicache dan objek yang ‘populer’ di RAM, inilah mengapa Squid rakus akan penggunaan memori. Anda harus memperhatikan ukuran cache_dir, jumlah user yang menggunakan Squid dengan RAM fisik yang terpasang di PC Proxy Server, jika squid mulai kehabisan RAM maka akan memperlambat response bahkan bisa menyebabkan squid crash. Anda bisa lihat hitung-hitungan penggunaan RAM oleh squid di halaman ini http://wiki.squid-cache.org/SquidFaq/SquidMemory.

  4. Fitur yang tersedia

    Banyak sekali fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan saat menggunakan Squid, seperti web caching, transparent proxy,  access control, content filtering, content adaptation, limit bandwidth, otentikasi, URL rewriter, URL redirection, StoreID, cache hierarki dan lain sebagainya. Anda bisa lihat fitur-fitur tersebut pada halaman web http://wiki.squid-cache.org/Features/.

One Response

Silahkan tinggalkan komentar: